tuhaN...aku coba lupakan kesedihan dan air mata hanya siksa di dada yang terkadang menyelinap
menembus ke lubuk paling dasar hatiku tuhaN...
ternyata hatiku masih untuknya
meski sejenak tersadar akan siapa aku
yang nyata bukan menjadi harapannya
tuhaN... tutup dan habiskan rasaku untuknya dan mungkin untuk siapa saja
hingga tak akan ada lagi luka
meski pun bukan hanya aku yang rasa.